• 28

    Dec

    Terobosan

    Terobosan boleh jadi menjadi kata yang sangat penting bagi manusia modern saat ini. Terobosan menyiratkan aktivitas mematahkan atau memintas jalan sehingga proses pencapaian jauh lebih cepat. Dalam bisnis, terobosan bisa diwujudkan dengan menemukan produk atau jasa yang berbeda dari orang kebanyakan. Atau boleh jadi produk/jasa sebenarnya sama saja, namun ditawarkan dengan gaya promosi atau pemasaran yang unik dan kreatif. Nah, kunci terobosan terletak pada kreativitas. Bagaimana menggagas produk yang mudah dikenal dan mudah digunakan serta bermanfaat bagi pelanggan. Bisa dari segi harga, tampilan, atau cara pemakaian. Dalam konteks blogging, saya teringat p
  • 20

    Dec

    Momentum Transformasi

    Dua tahun menjadi bloger di blogdetik rasanya masih belum optimal menulis. Masih terkatung-katung mencoba membagi waktu dan perhatian dengan blog lain. Tshun baru ini rasanya layak menjadi momentum perubahan. Pertama rencana pindah ke kota agar dekat dengan ibu, kedua momen perbaikan agar kebiasaan blogging menjadi makin terasah seiring komitmen untuk ngeblog secara fulltime dan profesional. Harapannya, semakin maju dan berkembang. Belajar lagi tentang cara menulis yang baik, belajar lagi soal SEO agar moncer di Google atau mesin pencari lain. Belajar menahan diri, meraih keunggulan dengan menggunakan berbagai kapasitas dan potensi pribadi. =semoga.
  • 21

    Jul

    Mesranya Malam di Mesra

    Menghidupkan malam pada sepuluh hari terakhir adalah anjuran Nabi. Dalam rangka itu, kami meluncur ke Mesra (Mesjid Raya) untuk menginap dan mengikuti kegiatan i’tikaf hingga pagi hari. Foto-foto berikut akan memperjelas suasana di masjid yang bernama Al-Mi’raj itu. Gerbang Al-Mi’raj dilihat dari dalam
  • 9

    Jul

    Seorang Remaja yang Sangat Ingin Menyantap Pop Mie (2)

    Begitu satu cup mi instan tandas, tampak bulir-bulir keringat di wajah Dimas. Senyum pun terbit di bibirnya tanda bahwa ia puas dan mungkin kenyang. Saya katakan ‘mungkin’ karena maklumlah orang Indonesia konon belum akan kenyang kalau belum digelontor dengan gerombolan beras matang alias nasi, hehe. ;) Betul dugaan saya, kira-kira pukul tujuh lewat atau selepas waktu isya, Dimas tampak rungsing. Duduknya tak nyaman dan sesekali berdiri lalu berjalan ke arah bordes, melongok ke luar, kemudian balik ke tempat duduk. Dua orang ibu yang duduk di sebelah depan saya akhirnya bersuara. “Kenapa, Nak? Masih lapar ya?” tanya ibu yang satu. “Iya lapar kali. Kasiaan koe, Nak!” ujar ibu yang lain. Mereka sebenarnya ingin berbagi, namun bekal makanan yang mereka
  • 8

    Jul

    5 Kiat Agar Tetap Sabar

    Hari kelima puasa Ramadan kami sekeluarga tak sahur. Sungguh cobaan yang berat, apalagi bagi saya. Saya memiliki kelainan di ginjal sehingga bila kurang minum saat malam/sahur bisa dibayangkan betapa berat proses puasa sepanjang hari. Kebetulan esok paginya saya harus menjemput buku-buku ke percetakan dan mengantarnya ke ekspedisi. Siang begitu terik, tapi saya harus bertahan dalam kondisi puasa. Jauh di lubuk hati, saya merasa ini ujian kesabaran yang sangat ringan. Apa sebab? Karena dulu Rasulullah bahkan menjalani perang dahyat saat beliau tengah berpuasa. Mereka tetap bersabar dalam menjalankan ketaatan. Masak sih gara-gara tidak sahur saya lalu berapologi untuk tidak berpuasa lantaran kehausan? Selain itu, ada alasan lain mengapa saya perlu menjaga kesabaran di bulan Ramadan. Bagai
  • 5

    Mar

    Seorang Remaja yang Sangat Ingin Menyantap Pop Mie

    Beberapa waktu yang lalu kami mudik ke Jawa. Kami maksudnya adalah saya dan anak sulung saya, Rumi (4 tahun). Seperti biasa, perjalanan di atas kereta selalu menyenangkan bagi Rumi. Pemandangan sekeliling tak luput dari komentarnya. Kondisi kereta yang relatif lapang membuatnya leluasa bergerak ke sana kemari. Bahkan saat telah kembali ke Bogor pun ia tak henti menceritakan keasyikan menumpang kereta api. Namun bukan kisah Rumi yang saya hendak ceritakan. Tepat di depan saya duduk seorang remaja dengan penampilan santun dan good looking. Sebut saja namanya Dimas. Saya memperkirakan usianya belasan tahun dan tengah menempuh kuliah. paling tidak penampilannya menyiratkan dia anak kampus. “Mau ke mana, Dik?” Saya membuka percakapan. “Ke Surabaya, Mas,” jawabnya sing
  • 3

    Mar

    Senyum Mantap Penjual Bubur Kacang Ijo

    Pagi tadi, selepas mengantar wingko pesanan pembeli di Jalan Pajajaran, saya tak kuasa menahan lapar. Perut seketika memerintah otak untuk mencari semangkuk bubur kacang ijo. Setelah berputar-putar di area Universitas Pakuan dengan hasil nihil, akhirnya ketemu juga seorang penjaja burjo keliling. Dia berjalan sambil mendorong gerobak mungilnya melintas di daerah Lawang Gintung, hanya beberapa puluh meter dari pabrik obat terkenal Boehringer Ingelheim. Penampilannya rapi, dengan setelan celana jeans biru dan kaos polo dengan warna senada. Plus topi yang menambah wibawa, isy, apaan sih ;) “Bang, satu ya.” “Bungkus?” “Enggak. Makan sini aja.” Dia langsung cekatan dan segera menyodorkan semangkukburjo hangat berkepul-kepul. Setelah menyendoknya hingga
  • 26

    Feb

    Penjual Martabak dan Sarang Burung

    Suatu malam saya merapat ke sebuah gerobak makanan. Cuaca dingin akibat guyuran air hujan membuat udara Bogor semakin menggigil. Namun harum adonan tepung yang terlihat hangat di atas tungku membuat saya tetap bersemangat. Setelah memesan satu buah martabak cokelat, saya memperhatikan tukang martabak. Rambutnya hampir menyentuh bahu, badannya gempal dengan tinggi standar. Sambil menanti martabak saya matang, saya tak menyia-nyiakan kesempatn menimba ilmu. “Mas, sudah lama jual martabak?” ujar saya membuka percakapan. “Ya lumayan, Mas.” Ia menjawab singkat sambil tersenyum. Terdengar aksen Tegal-nya yang kental. “Bagaimana awal Mas berjualan martabak? Kenapa jual martabak?” “Tadinya saya ikut paman jualan martabak di beberapa tempat. Lalu ketika
  • 16

    Oct

    Halo, Dunia! Semacam Ocehan Awal

    Alhamdulillah, akhirnya saya punya akun diBlogdetik.com. Sebagaimana terlihat oleh sobat pembaca, ini adalah postingan pertama yang merupakan hasil suntingan postingan default dari wordpress. Saya pikir lebih baik mengedit daripada menghapus postingan ini. Dengan begitu, saya langsung bisa ngeblog! Sayangnya, waktu penyuntingan salam dari wordpress memakan waktu hingga empat bulan. Bukan karena berat mengubah isinya. Bukan karena saya terlalu sibuk di dunia nyata. Ini semua lantaran saya memang sulit membagi konsentrasi untuk dua blog yang sama-sama bernaung di atap yang sama. Keasyikan mengisi blog Belalang Cerewet (BC)kerap membuat saya lalai bahwa saya punya rumah lain yang
-

Author

enigma

Follow Me